hits4pay

Sunday, April 12, 2015

Selo dan ke Kantin Bu Mulyo Deresan



Read more...

Sunday, April 5, 2015

Grha Sabha Pramana UGM



Read more...

Monday, March 30, 2015

Timelaps di Kantor #2



Read more...

Sunday, March 30, 2008

Organisasi Usaha Yang Akan Digunakan



• Kompleksitas usaha yang akan digunakan
• Kompleksitas usaha bergantung pada lingkup, cakupan dan skala usaha yang akan dimasuki.

LINGKUNGAN USAHA
• Lingkungan Mikro: lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan Pemasok
• Pembeli atau pelanggan: konsumen yang kecewa akan cenderung pindah ke perusahaan lain.
• Karyawan: orang pertama yang terlibat dalam perusahaan . Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan
• Distributor: lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memperlancar penjualan.

Beberapa hambatan untuk memasuki industri:
1. Sikap dan kebiasaan pelanggan. Loyalitas pelanggan kepada perusahaan baru masih kurang
2. Biaya perubahan: biaya yang diperlukan untuk para karyawan dan penggantian alat serta sistem yang lama
3. Respon dari pesaing yang secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada.

Membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan, baik eksternal maupun internal:
Masalah eksternal: lingkungan, spt banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar
Masalah internal
Zimmerer :
Ada hal kritis yang perlu dipertimbangkan
1. Alasan pemilik menjual perusahaan : apakah kekayaanya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangibe): apakah masih prospektif dan laak guna (up-to-date) serta efisien.
2. Potensi produk dan jasa yang dihasilkan: potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan
3. Aspek legal yang dimiliki perusahaan: prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke embeli
4. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual :”sehat” atau tidak

Langkah-langkah yang harus diambil :
1. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usahabaru.
2. Teguhkan bahwa anda mampu untuk mengelolanya
3. Pertimbangkan gaya hidup yang anda inginkan : uang, kebebasan atau fleksibilitas
4. Pertimbangkan lokasi yang dinginkan.

Pilihlah penjual terbaik. Apa alasan menjual perusahaan tersebut?
• Adakan penelitian sebelum anda menyetujuinya.
• Buatlah surat perjanjian dalam bentuk yang spesifik
• Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan mencerminkan nilai perusahaan.



Read more...

Memasuki Dunia Usaha

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha yaitu :


1. Merintis usaha baru : yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide,organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri.
2. Membeli perusahaan orang lain (buying) yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis atau diorganisir oleh orang lain dengan nama (goodwill) dan organisasi usaha yang sudah ada.
3. Kerjasama Manajemen (Frachising):kerjasama antara franchisee dengan franchisor /parent company. Kerjasama ini biasanya: pemilihan tempat, rencana bangunan, peralatan, pengendalian kualitas, riset.
Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing(2000; 90): Sekitar 43% responden mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di bbrp perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya.

Ada 2 pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang :
• Pertama, Inside out (idea generation) adalah pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.
• Kedua, pendekatan outside in, atau opportunity recognition, yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa kebutuhan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar

Opportinity recognition tak lain adalah pengamatan lingkungan, yaitu alat pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi.

Berita peluang tsb bersumber dari :
1. Surat kabar
2. Laporan periodik tentang perubahan ekonomi
3. Jurnal Perdagangan dan pameran dagang
4. Publikasi Pemerintah
5. Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham, universitas dan perusahaan lainnya.

Dalam merintis usaha baru terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
2. Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih
3. Organisasi usaha yang akan digunakan
4. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
5. Lingkungan usaha yang akan berpengaruh

Bidang dan jenis usaha yang dimasuki :
1. Pertanian: usaha pertanian, kehutanan, perikanan dan perkebunan.
2. Pertambangan: meliputi usaha galian pasir, galian tanah batu dan bata.
3. Pabrikasi: usaha industri, perakitan dan sintesis
4. Konstruksi: usaha konstruksi bangunan, jembatan, pengairan dan jalan raya.
5. Jasa keuangan: usaha perbankan, asuransi dan koperasi
6. Jasa perorangan :usaha potong rambut, salon, laundry, katering.
7. Jasa umum: usaha pengangkutan, pergudangan, wartel dan distribusi.
8. Jasa wisata : meliputi berbagai kelompok

Berdasarkan UU No 9/ 1990 tentang Kepariwisataan terdapat 86 jenis usaha yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam 3 kelompok :
A. Kelompok usaha jasa pariwisata meliputi :
• Jasa biro perjalanan wisata
• Jasa agen perjalanan wisata
• Jasa Pramuwisata
• Jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran
• Jasa Konsultan Pariwisata
• Jasa Informasi Pariwisata

B. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata meliputi :
• Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam
• Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya
• Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus
• Usaha sarana wisata meliputi :
• Penyediaan akomodasi
• Penyediaan makanan dan minuman
• Penyediaan angkutan wisata
• Penyediaan sarana wisata
• Tempat usaha yang akan dipilih

Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan bbrp hal di bawah ini:
1. Apakah tempat usaha tsb mudah dijangkau oleh konsumen, pelanggan atau pasar ? Bagaimana akses pasarnya ?
2. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja ?
3. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya spt alat pengangkut dan jalan raya ?




Read more...

Strategi Penetapan Harga (Price)

Harga yang tepat adalah harga yang terjangkau dan paling efisien bagi konsumen. Menetapkan harga yang tepat harus mempertimbangkan berbagai faktor, tidak hanya intuisi atau perasaan


Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan :
1. Biaya barang dan jasa
2. Permintaan dan penawaran pasar
3. Antisipasi volume penjualan produk dan jasa.
4. Harga pesaing
Lokasi Usaha
Flunktuasi musiman
Faktor psikologi pelanggan
Bunga kredit dan bentuk kredit
Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)
Yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi :
1. menentukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan:
Biaya penjualan dan pembelian
Harga pesaing.
Bila pesaing menetapkan harga yang sama :
1. Menetapkan harga yang lebih rendah daripada harga pesaing (penetrasi pasar) menyamakan dengan harga pesaing dengan kualitas produk dan pelayanan yang berbeda.
Memberikan kualitas barang yang lebih baik dengan harga yang lebih tinggi.
2. Memberikan potongan harga yang bervariasi misalnya: potongan penjualan tunai, potongan penjualan dengan pembelian tunai, sistem diskon
3. Memberikan keringanan waktu pembayaran dengan tiga cara : sebagian dimuka, pembayaran di belakang, kredit.
1. Strategi penetrasi harga (price penetration) : adalah penetapam di bawah harga normal.
Agar produk yang dipasarkan berhasil dengan baik, maka produk baru hrs berusaha menekan pasar. Upaya promosi, penjualan khusus dan potongan harga dilakukan.
2. Harga di atas harga pasar (skimming price): penetapan harga di atas harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalkan produk baru dimana sedikit pesaing.
Variasi: Sliding down demand curve : penetapan harga yang tinggi pada awal produk dan harga murah setelah ada kemajuan teknologi.
Strategi follow the leader pricing :mengamati kebiajakan harga pesaing
Teknik penentuan harga

1. Strategi Cost Plus Pricing
Harga jual=(Biaya TK+bahan baku+Overhead) + (Biaya penjualan dan administrasi )+ margin laba

PENENTUAN HARGA JUAL MODEL PULANG POKOK.

Laba= (Harga jual X jumlah produk) + (biaya variabel perunit X jumlah produk) + biaya tetap total dibagi jumlah yang diproduksi
BEP= Break even point
Titik impas dimana total pendapata (revenue) sama dengan total biaya yang dikeluarkan
Rumus :
TR= TC
P= harga (dalam rupiah)
Q= kuantitas (dalam unit)
TC= TVC + TFC
P (harga) xQ (quantitas) = (Biaya variabel/perunit X Q) + TFC
Rp 1000 XQ = ( Rp 150 X Q) + Rp 85000,-
1000 Q= 150 Q+ Rp 85000
1000Q-150Q= Rp 85000
850Q = Rp 85.000,-
Q= 100
Jadi produsen harus menjual sebanyak 100 unit agar terjadi BEP.
TR >TC= 1100X100 > 15000+85000




Read more...

BEP dan Proposan Bisnis: Proposal Business Plan

Proposal business plan terdiri atas :
1. Ringkasan eksekutif (maksimal 2 halaman) : berisi maksud usaha, usulan finansial, nama alamat dan nomer telepon perusahaan, laporan singkat gambaran perusahaan, gambaran produk,gambaran manajerial dan pengalaman teknik.



Perencanaan usaha secara detail :
• Latar Belakang Usaha: laporan singkat sejarah perusahaan
• Situasi yang ada saat ini
• Keunikan usaha yang dimiliki
• Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (spt harga, kualitas, keandalan, sifat-sifat teknis dsb)
• Analisis pasar :
1. Potensi pembeli terhadap barang
2. Motivasi mereka membeli
3. Ukuran pasar (jumlah pelanggan di pasar)
4. Sifat-sifat pembelian: apakah barang tahan lama?Musiman?
5. Target pasar spesifik
6. Faktor ekonomi : inflasi, resesi dan tinggi rendahnya pengangguran

• ANALISIS PESAING:
1. Pesaing yang ad ada,jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan pelanggan thd kita
2. Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan dan mengapa masuk pasar.
3. Perencanaan strategi usaha : untuk memasarkan produk yg berkenaan dengan strategi pemasaran, spt harga, promosi dan periklanan serta pelayanan
4. Spesifikasi organisasi dan manajemen
5. Bagaimana perush diorganisir baik secara legal (spt perusahaan umum, kemitraan atau yang lainnya).

• Perencanaan keuangan:
1. Jumlah uang yang diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa serta utk operasional usaha.
2. Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai material, tenaga kerja, pemasaran dan biaya lainnya

• Biaya promosi
1. Modal kerja
2. Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba
3. Analisis pulang pokok (BEP)
4. Perencanaan aksi strategis
5. Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik
6. Bagaimana strategi dikonversikan ke dalam perencanaan operasional.
7. Misi usaha : “Kita yakin bahwa produk yang dibuat memiliki kualitas terbaik dan memiliki nilai lebih karena menyegarkan tubuh dan dibuat oleh orang-orang yang berpengalaman selama puluhan tahun”





Read more...