hits4pay

Sunday, March 30, 2008

Organisasi Usaha Yang Akan Digunakan



• Kompleksitas usaha yang akan digunakan
• Kompleksitas usaha bergantung pada lingkup, cakupan dan skala usaha yang akan dimasuki.

LINGKUNGAN USAHA
• Lingkungan Mikro: lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan Pemasok
• Pembeli atau pelanggan: konsumen yang kecewa akan cenderung pindah ke perusahaan lain.
• Karyawan: orang pertama yang terlibat dalam perusahaan . Karyawan akan berusaha bekerja dengan baik bila memperoleh manfaat dari perusahaan
• Distributor: lingkungan yang sangat penting dalam perusahaan karena dapat memperlancar penjualan.

Beberapa hambatan untuk memasuki industri:
1. Sikap dan kebiasaan pelanggan. Loyalitas pelanggan kepada perusahaan baru masih kurang
2. Biaya perubahan: biaya yang diperlukan untuk para karyawan dan penggantian alat serta sistem yang lama
3. Respon dari pesaing yang secara agresif akan mempertahankan pangsa pasar yang ada.

Membeli perusahaan yang sudah ada juga mengandung kerugian dan permasalahan, baik eksternal maupun internal:
Masalah eksternal: lingkungan, spt banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar
Masalah internal
Zimmerer :
Ada hal kritis yang perlu dipertimbangkan
1. Alasan pemilik menjual perusahaan : apakah kekayaanya berbentuk nyata (tangible) atau tidak nyata (intangibe): apakah masih prospektif dan laak guna (up-to-date) serta efisien.
2. Potensi produk dan jasa yang dihasilkan: potensi pasar apa yang dimiliki barang dan jasa yang dihasilkan
3. Aspek legal yang dimiliki perusahaan: prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke embeli
4. Kondisi keuangan perusahaan yang akan dijual :”sehat” atau tidak

Langkah-langkah yang harus diambil :
1. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usahabaru.
2. Teguhkan bahwa anda mampu untuk mengelolanya
3. Pertimbangkan gaya hidup yang anda inginkan : uang, kebebasan atau fleksibilitas
4. Pertimbangkan lokasi yang dinginkan.

Pilihlah penjual terbaik. Apa alasan menjual perusahaan tersebut?
• Adakan penelitian sebelum anda menyetujuinya.
• Buatlah surat perjanjian dalam bentuk yang spesifik
• Yakinkan bahwa harga yang ditawarkan mencerminkan nilai perusahaan.



Read more...

Memasuki Dunia Usaha

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha yaitu :


1. Merintis usaha baru : yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide,organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri.
2. Membeli perusahaan orang lain (buying) yaitu dengan membeli perusahaan yang telah didirikan atau dirintis atau diorganisir oleh orang lain dengan nama (goodwill) dan organisasi usaha yang sudah ada.
3. Kerjasama Manajemen (Frachising):kerjasama antara franchisee dengan franchisor /parent company. Kerjasama ini biasanya: pemilihan tempat, rencana bangunan, peralatan, pengendalian kualitas, riset.
Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Peggy Lambing(2000; 90): Sekitar 43% responden mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di bbrp perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya.

Ada 2 pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang :
• Pertama, Inside out (idea generation) adalah pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.
• Kedua, pendekatan outside in, atau opportunity recognition, yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa kebutuhan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar

Opportinity recognition tak lain adalah pengamatan lingkungan, yaitu alat pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluang-peluang ekonomi.

Berita peluang tsb bersumber dari :
1. Surat kabar
2. Laporan periodik tentang perubahan ekonomi
3. Jurnal Perdagangan dan pameran dagang
4. Publikasi Pemerintah
5. Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham, universitas dan perusahaan lainnya.

Dalam merintis usaha baru terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:
1. Bidang dan jenis usaha yang dimasuki
2. Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih
3. Organisasi usaha yang akan digunakan
4. Jaminan usaha yang mungkin diperoleh
5. Lingkungan usaha yang akan berpengaruh

Bidang dan jenis usaha yang dimasuki :
1. Pertanian: usaha pertanian, kehutanan, perikanan dan perkebunan.
2. Pertambangan: meliputi usaha galian pasir, galian tanah batu dan bata.
3. Pabrikasi: usaha industri, perakitan dan sintesis
4. Konstruksi: usaha konstruksi bangunan, jembatan, pengairan dan jalan raya.
5. Jasa keuangan: usaha perbankan, asuransi dan koperasi
6. Jasa perorangan :usaha potong rambut, salon, laundry, katering.
7. Jasa umum: usaha pengangkutan, pergudangan, wartel dan distribusi.
8. Jasa wisata : meliputi berbagai kelompok

Berdasarkan UU No 9/ 1990 tentang Kepariwisataan terdapat 86 jenis usaha yang bisa dirintis yang terbagi ke dalam 3 kelompok :
A. Kelompok usaha jasa pariwisata meliputi :
• Jasa biro perjalanan wisata
• Jasa agen perjalanan wisata
• Jasa Pramuwisata
• Jasa konvensi perjalanan intensif dan pameran
• Jasa Konsultan Pariwisata
• Jasa Informasi Pariwisata

B. Pengusahaan objek dan daya tarik wisata meliputi :
• Pengusahaan objek dan daya tarik wisata alam
• Pengusahaan objek dan daya tarik wisata budaya
• Pengusahaan objek dan daya tarik wisata minat khusus
• Usaha sarana wisata meliputi :
• Penyediaan akomodasi
• Penyediaan makanan dan minuman
• Penyediaan angkutan wisata
• Penyediaan sarana wisata
• Tempat usaha yang akan dipilih

Dalam menentukan tempat usaha harus dipertimbangkan bbrp hal di bawah ini:
1. Apakah tempat usaha tsb mudah dijangkau oleh konsumen, pelanggan atau pasar ? Bagaimana akses pasarnya ?
2. Apakah tempat usaha dekat ke sumber tenaga kerja ?
3. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya spt alat pengangkut dan jalan raya ?




Read more...

Strategi Penetapan Harga (Price)

Harga yang tepat adalah harga yang terjangkau dan paling efisien bagi konsumen. Menetapkan harga yang tepat harus mempertimbangkan berbagai faktor, tidak hanya intuisi atau perasaan


Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan :
1. Biaya barang dan jasa
2. Permintaan dan penawaran pasar
3. Antisipasi volume penjualan produk dan jasa.
4. Harga pesaing
Lokasi Usaha
Flunktuasi musiman
Faktor psikologi pelanggan
Bunga kredit dan bentuk kredit
Sensitivitas harga pelanggan (elastisitas permintaan)
Yang juga menjadi faktor yang mempengaruhi :
1. menentukan harga dasar dan harga jual barang yang berbeda-beda. Ada beberapa hal yg harus diperhatikan:
Biaya penjualan dan pembelian
Harga pesaing.
Bila pesaing menetapkan harga yang sama :
1. Menetapkan harga yang lebih rendah daripada harga pesaing (penetrasi pasar) menyamakan dengan harga pesaing dengan kualitas produk dan pelayanan yang berbeda.
Memberikan kualitas barang yang lebih baik dengan harga yang lebih tinggi.
2. Memberikan potongan harga yang bervariasi misalnya: potongan penjualan tunai, potongan penjualan dengan pembelian tunai, sistem diskon
3. Memberikan keringanan waktu pembayaran dengan tiga cara : sebagian dimuka, pembayaran di belakang, kredit.
1. Strategi penetrasi harga (price penetration) : adalah penetapam di bawah harga normal.
Agar produk yang dipasarkan berhasil dengan baik, maka produk baru hrs berusaha menekan pasar. Upaya promosi, penjualan khusus dan potongan harga dilakukan.
2. Harga di atas harga pasar (skimming price): penetapan harga di atas harga normal. Strategi ini digunakan bila memperkenalkan produk baru dimana sedikit pesaing.
Variasi: Sliding down demand curve : penetapan harga yang tinggi pada awal produk dan harga murah setelah ada kemajuan teknologi.
Strategi follow the leader pricing :mengamati kebiajakan harga pesaing
Teknik penentuan harga

1. Strategi Cost Plus Pricing
Harga jual=(Biaya TK+bahan baku+Overhead) + (Biaya penjualan dan administrasi )+ margin laba

PENENTUAN HARGA JUAL MODEL PULANG POKOK.

Laba= (Harga jual X jumlah produk) + (biaya variabel perunit X jumlah produk) + biaya tetap total dibagi jumlah yang diproduksi
BEP= Break even point
Titik impas dimana total pendapata (revenue) sama dengan total biaya yang dikeluarkan
Rumus :
TR= TC
P= harga (dalam rupiah)
Q= kuantitas (dalam unit)
TC= TVC + TFC
P (harga) xQ (quantitas) = (Biaya variabel/perunit X Q) + TFC
Rp 1000 XQ = ( Rp 150 X Q) + Rp 85000,-
1000 Q= 150 Q+ Rp 85000
1000Q-150Q= Rp 85000
850Q = Rp 85.000,-
Q= 100
Jadi produsen harus menjual sebanyak 100 unit agar terjadi BEP.
TR >TC= 1100X100 > 15000+85000




Read more...

BEP dan Proposan Bisnis: Proposal Business Plan

Proposal business plan terdiri atas :
1. Ringkasan eksekutif (maksimal 2 halaman) : berisi maksud usaha, usulan finansial, nama alamat dan nomer telepon perusahaan, laporan singkat gambaran perusahaan, gambaran produk,gambaran manajerial dan pengalaman teknik.



Perencanaan usaha secara detail :
• Latar Belakang Usaha: laporan singkat sejarah perusahaan
• Situasi yang ada saat ini
• Keunikan usaha yang dimiliki
• Faktor-faktor utama yang mempengaruhi keberhasilan (spt harga, kualitas, keandalan, sifat-sifat teknis dsb)
• Analisis pasar :
1. Potensi pembeli terhadap barang
2. Motivasi mereka membeli
3. Ukuran pasar (jumlah pelanggan di pasar)
4. Sifat-sifat pembelian: apakah barang tahan lama?Musiman?
5. Target pasar spesifik
6. Faktor ekonomi : inflasi, resesi dan tinggi rendahnya pengangguran

• ANALISIS PESAING:
1. Pesaing yang ad ada,jumlah pesaing yang kita kenal dan kepercayaan pelanggan thd kita
2. Perusahaan yang mungkin masuk pasar, siapa, kapan dan mengapa masuk pasar.
3. Perencanaan strategi usaha : untuk memasarkan produk yg berkenaan dengan strategi pemasaran, spt harga, promosi dan periklanan serta pelayanan
4. Spesifikasi organisasi dan manajemen
5. Bagaimana perush diorganisir baik secara legal (spt perusahaan umum, kemitraan atau yang lainnya).

• Perencanaan keuangan:
1. Jumlah uang yang diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa serta utk operasional usaha.
2. Proyeksi biaya operasional secara realistis untuk membiayai material, tenaga kerja, pemasaran dan biaya lainnya

• Biaya promosi
1. Modal kerja
2. Proyeksi dan aktualisasi neraca dan laporan rugi laba
3. Analisis pulang pokok (BEP)
4. Perencanaan aksi strategis
5. Penampilan tujuan dan sasaran yang spesifik
6. Bagaimana strategi dikonversikan ke dalam perencanaan operasional.
7. Misi usaha : “Kita yakin bahwa produk yang dibuat memiliki kualitas terbaik dan memiliki nilai lebih karena menyegarkan tubuh dan dibuat oleh orang-orang yang berpengalaman selama puluhan tahun”





Read more...

Friday, March 7, 2008

Kuliah I: Pengertian Kewirausahaan

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira, berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, teladan, berbudi luhur, gagah berani dan berwatak agung. Usaha, berarti perbuatan amal, bekerja, berbuat sesuatu.

Jadi wirausaha adalah pejuang atau pahlawan yang berbuat sesuatu. Ini

baru dari segi etimologi (asal usul kata).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, wirausaha adalah orang yang

pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi

baru, menyusun operasi untuk mengadakan produk baru, mengatur

permodalan operasinya serta memasarkannya.

Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan

Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995, dicantumkan bahwa:

a. Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan

kemampuan kewirausahaan.

b. Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan

seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada

upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan

produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan

pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih

besar.

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan

sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan

kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang

wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan.

Kewirausahaan yang sering dikenal dengan sebutan entrepreneurship berasal dari Bahasa Perancis yang diterjemahkan secara harfiah adalah perantara, diartikan sebagai sikap dan perilaku mandiri yang mampu memadukan unsur cipta, rasa dan karsa serta karya atau mampu menggabungkan unsur kreativitas, tantangan, kerja keras dan kepuasan untuk mencapai prestasi maksimal .

Stoner, James: kewirausahaan adalah kemampuan mengambil faktor-faktor produksi-lahan kerja, tenaga kerja dan modal-menggunakannya untuk memproduksi barang atau jasa baru. Wirausahawan menyadari peluang yang tidak dilihat atau tidak dipedulikan oleh eksekutif bisnis lain.

Kewirausahaan berbeda dengan manajemen. Paul H. Wilken menjelaskan bahwa kewirausahaan mencakup upaya mengawali perubahan dalam produksi, sedangkan manajemen mencakup koordinasi proses produksi yang sudah berjalan.

Faktor-faktor psikologi

Pada pertengahan 1980-an Thomas Begley dan David P. Boyd mempelajari literatur psikologi mengenai kewirausahaan. Mereka menemukan 5 dimensi :

1. Kebutuhan untuk berprestasi. Wirausahawan mempunyai kebutuhan untuk berprestasi yang tinggi: Need for achievement sangat tinggi.

2. Letak kendali : individu mengendalikan hidup mereka sendiri- bukan keberuntungan atau nasib

3. Toleransi terhadap resiko : wirausahawan yang bersedia mengambil resiko memperoleh hasil yang lebih besar daripada orang yang tidak mau ambil resiko

4. Toleransi terhadap keragu-raguan

5. Tingkah laku tipe A : ambisius, energik.

SUMBANGAN KEWIRAUSAHAAN

Kewirausahaan memiliki 4 manfaat sosial

1. Memperkuat pertumbuhan ekonomi : menyediakan pekerjaan baru dalam ekonomi. Ekonomi saat ini adalah tanah yang subur bagi wirausahawan misalnya : permintaan pelayanan sektor jasa meledak

2. Meningkatkan produktivitas : kemampuan untuk menghasilkan lebih banyak barang dan jasa dengan TK dan input lain yang lebih sedikit.

3. Menciptakan teknologi, produk dan jasa baru:

Komputer digital,mesin fotokopi, laser, power steering.

4. Mengubah dan meremajakan persaingan pasar : pasar internasional menyediakan peluang kewirausahaan.

Misalnya : Steve Jacobs dan Steve Wozniak membalik pasar komputer dengan Apple Computer

Read more...

Kuliah IV: Bentuk_Bentuk Hukum Perusahaan

Perusahaan perseorangan

Sole propriotership:

  • Adalah bentuk perusahaan yang kepemilikan perusahaannya terletak pada satu orang saja.
  • Resiko yang harus ditanggungnya tidak hanya terbatas pada kekayaan perusahaan, tetapi mencakup keseluruhan kekayaan pribadinya.
  • Pemilik perusahaan beserta seluruh kekayaannya dapat digugat untuk semua hutang perusahannya.

Pemilik perusahaan perseorangan bertanggung jawab atas pembayaran pajak atas laba yang dibuat oleh perusahaan perseorangan.

70 % bisnis di AS dibuat dalam bentuk perusahaan perseorangan

Perusahaan yang didirikan oleh dua orang atau lebih yang menjalankan perusahaannya atas nama perusahaan.

Para partner-nya (yang disebut firman) bertanggung jawab sepenuhnya terhadap hutang-hutang firma yang menyangkut kekayaan pribadi firmannya.

Kelemahan firma: kemungkinan adanya perbedaan pendapat dari para mitranya

Perseroan Terbatas

Modal terbagi atas saham-saham, dan para mitra dapat mengambil bagian dengan membeli satu lembar saham atau lebih.

Para pemegang saham hanya bertanggung jawab atas modal setorannya. Para pemegang saham tidak dapat dimintai tanggungjawab untuk jumlah yang melebihi setorannya

Kepemimpinan dari PT dibentuk oleh rapat umum pemegang saham dan oleh Dewan Komisaris. Sifat dewan komisaris adalah wajib dalam PT dan memiliki tugas :

  • Mengawasi kebijaksanaan direksi dan mengawasi jalannya perusahaan jalannya perusahaan.
  • Mendampingi direksi dengan nasihat-nasehat.
  • Dalam PT, bagaimana laba harus dibagi juga ditentukan di dalam anggaran dasar.

Perusahaan Modal Ventura

Salah satu dari perusahaan-perusahaan atau individu-individu yang menginvestasikan uang dalam bisnis-bisnis baru atau yang sedang berkembang.

Misalnya : Di Amerika Serikat (AS): selama tahun 2000, para pemodal ventura menginvestasikan $103 miliar dalam 5380 perusahaan.

Membeli waralaba (franchising): adalah sebuah pengaturan dimana pemilik dari sebuah produk atau jasa mengizinkan orang lain untuk membeli hak untuk mendistribusikan produk atau jasa dengan bantuan dari pemilik.

Terwaralaba (franchisee) biasanya membayar biaya tetap ditambah persentase dari penjualan kotor.

Keunggulan sangat kuat: bantuan manajemen disediakan oleh pemilik

Calon wirausahawan yang mempertimbangkan untuk membeli waralaba harus melakukan penyelidikan terhadap perusahaan secara menyeluruh.

BEKAL PENGETAHUAN DAN KOMPETENSI WIRAUSAHA

Wirausaha adalah seseorang yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi.

Kemampuan kreatif dan inovatif tercermin dalam :

  • 1. Memulai usaha
  • 2. Mengerjakan sst yang baru
  • 3. Kemampuan dan kemauan mencari peluang
  • 4. Kemampuan dan keberanian menanggung resiko
  • 5. Kemampuan untuk mengembangkan ide dan memanfaatkan sumber daya.

Kemampuan wirausaha meliputi :

1. Self knowledge : memiliki pengetahuan tentang usaha yang akan dilakukan atau ditekuni.

2. Imagination : memiliki imajinasi, ide dan tidak mengandalkan kesuksesan masa lalu

3. Practical knowledge : misalnya pengetahuan teknik, desain, pemrosesan, pembukuan, adm, pemasaran

4. Search skill: kemampuan menemukan, berkreasi dan berimajinasi

5. Foresight : berpandangan jauh ke depan

6. Computation for skill : kemampuan berhitung dan memprediksi keadaan di masa yad.

7. Communications skill : kemampuan berkomunikasi, bergaul dan berhub dgn orang lain.

Read more...

KULIAH III Entrepreneurship

SUMBER-SUMBER PELUANG IDE

Agar ide-ide potensial menjadi peluang bisnis yang riil, maka wirausaha harus bersedia melakukan evaluasi terhadap peluang secara terus menerus.

Cara terbaik untuk menuangkan ide

Adalah proses penjaringan ide atau disebut dengan proses screening.

Langkah dalam penjaringan ide :

1. Menciptakan produk baru dan berbeda

Barang dan jasa: harus berbeda, dan menciptakan nilai bagi pengguna barang.

Kemampuan untuk memperoleh peluang itu sendiri sangat tergantung dari kemampuan:

  • Menganalisis demografi pasar
  • Menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing
  • Menganalisis keungguan bersaing dan kevakuman pesaing yang dapat dijadikan sebagai peluang.


2. Mengamati pintu peluang : wirausaha harus mengamati potensi yang dimiliki oleh pesaing, mengembangkan produk baru, pengalaman keberhasilan pesaing dalam mengembangkan produk baru,dukungan keuangan dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing.


3. Analisis produksi dan proses produksi
Analisis ini sangat penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan memadai atau tidak.

  • Berapa biaya yang dikeluarkan untuk membuat produk tersebut ?
  • Apakah biaya yang kita keluarkan lebih efisien daripada yang dikeluarkan oleh pesaing ?


4. Menaksir Biaya Awal

Biaya awal yang diperlukan oleh usaha baru. Darimana sumbernya dan untuk apa digunakan? Berapa yang diperlukan untuk operasional, perluasan dan biaya lainnya.

5. Menghitung Resiko yang mungkin terjadi

Resiko teknik, finansial dan pesaing

  • Resiko pesaing : kemampuan dan kesediaan pesaing utk mempertahankan posisinya di pasar
  • Resiko teknik : kegagalan dalam proses pengembangan produk
  • Resiko finansial: kegagalan yang timbul akibat ketidak cukupan dana
Read more...